BERFIKIR KOMPUTASUONAL

 

BERFIKIR KOMPUTASIONAL

Dibuat oleh :fachri abdullah dan zaki mubarok



A. Pengertian 

Berpikir secara komputasi atau Computational Thinking (CT) merupakan proses berpikir yang dilibatkan dalam merumuskan masalah serta mengekspresikan solusinya sedemikian rupa hingga dapat diaplikasikan oleh mesin atau mesin dengan operator manusia untuk bekerja secara efektif.


B. Tahap Berpikir Komputasional

1. Sensi problem adalah merupakan tahapan awal yang dilakukan untuk mendapatkan sebuah solusi atau pemecah masalah. Cara nya dengan mengenali dan melakukan proses klarifikasi masalah yang di temukan kemudian merumuskan pertanyaan yang berkaitan dengan masalah, Mengumpulkan informasi yang sesuai, mengumpulkan data yang ada, Meringkas informasi, Kemudian mendenifikasikan tujuan yang di inginkan dari masalah tersebut.

2. Defining Problems, Pada tahap ini kita menentukan masalah yang ada dengan menggunakan informasi yang telah di kumpulkan secara lengkap dan ekfektif, Kemudian pemecah masalah,menjadi masalah yang lebih kecil lagi dan juga untuk dicarikan solusinya.

3.Deriving solutions, Tahap ini berkaitan dengan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai macam solusi yang di gunakan, Yaitu dengan pemutusan pilihan yang mungkin dan tindakan yang harus di lakukan, Dan mengetahui seberapa banyak informasi yang digunakan untuk menghasilkan sebuah yang di pilih alternatif pilihan.

4. Implemeting solution, Pada tahap ini kita menerapkan tindakan dan memberikan informasi serta solusi yang sesuai.

5.Evaluating outcomes,Pada tahap ini kita melakukan pengetahuan hasil dari tindaka dan pilihan yang telah di jadikan solusi pemecah masalah.

C. Penerapan berfikir komputasional

           kasus: siswa tidak melaksanakan jadwal piket 

sensi problem: Zaman sekarang, banyak sekali remaja - remaja di luar sana yang sering tidak melaksanakan kegiatan piket kelas yang di selenggarakan oleh sekolah. Padahal, kebersihan kelas itu sangat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar. Kelas yang kotor juga dapat menimbulkan risih terhadap siswa itu sendiri dan adapun masalah - masalah yang lain yang dapat ditimbukan. Kira - kira apa saja yang mempengaruhinya ya? berikut pengaruh kelas yang kotor terhadap proses kegiatan belajar dan terhadap siswa itu sendiri, cekidot!


Yang pertama, kelas akan terlihat tidak segar dan tidak enak di pandang jika orang lain melihat kelas tersebut. Kelas yang tidak enak di pandang itu membuat hati seseorang merasakan "kejijian" terhadap kelas itu sendiri sehingga orang - orang pun males untuk membersihkan kelas tersebut. Hal ini sudah biasa di temui oleh orang - orang. Maka dari itu piket kelas itu penting karena dengan berjalannya piket kelas dengan rutin, kelas yang kotor akan berubah menjadi kelas yang bersih. Sehingga, orang - orang yang melihatpun tidak merasakan "kejijian" tersebut.


Yang kedua, kelas yang kotor akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Hal ini sangat sering terjadi di kelas. Bau yang tidak sedap itu sangat sering terjadi kalau para siswa membuang sampah sembarangan di dalam kelas. Sampah - sampah yang sering di buang sembarangan pada umumnya pasti merupakan hal - hal kecil yang seharusnya sangat gampang untuk di buang di tempat sampah. Tissue, botol - botol, dan kertas sudah menjadi barang - barang dimana barang tersebut sangat sering kita jumpai di berbagai kelas yang ada. Seharusnya, kita sebagai remaja yang bertanggung jawab dapat membuang hal kecil tersebut ke tempat sampah yang sudah di sediakan oleh sekolah. 


Yang ketiga, kelas yang kotorpun dapat menimbulkan penyakit. Nah, penyakit tersebut kira - kira datangnya darimana ya? penyakit tersebut akan berdatangan dari sampah - sampah yang kita buang sembarangan di dalam kelas itu. Sama seperti yang kedua, tetapi disini yang lebih dapat menimbulkan suatu penyakit adalah botol - botol yang kosong ataupun yang masih sedikit terisi, Botol yang masih sedikit terisi dapat menimbulkan sarang nyamuk. Itu akan sangat berdampak pada kesehatan siswa. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Praktek ujian tik